
Apakah orang yang turun berat badan dengan obat GLP-1 masih layak bedah bariatrik? Posisi IFSO, studi hasil dan biaya terbaru, serta keterbatasannya.
Semakin banyak orang datang ke klinik bariatrik setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun memakai obat GLP-1 seperti semaglutida. Banyak yang berat badannya sudah turun, dan sebagian tidak lagi memenuhi ambang BMI yang dibuat sebelum obat-obat ini ada. Muncul pertanyaan praktis: haruskah penurunan berat badan karena obat mengurangi kelayakan operasi? Apakah pemakaian GLP-1 sebelumnya mengubah hasil operasi? Bagaimana perbandingan kedua terapi dalam jangka panjang? Artikel ini menghimpun pernyataan dan studi terbaru untuk membantu klinisi, tanpa memihak salah satu terapi.
Posisi IFSO tentang bedah setelah penurunan berat dengan GLP-1
Pada 2025, International Federation for the Surgery of Obesity and Metabolic Disorders (IFSO) menerbitkan pernyataan tentang bedah metabolik bariatrik setelah penurunan berat badan akibat obat. Poin utamanya:
Menghentikan obat yang efektif hanya untuk melihat apakah berat badan kembali dan pasien memenuhi kriteria operasi lagi umumnya tidak dibenarkan. Uji STEP 4 dan SURMOUNT-4 menunjukkan penghentian obat sering diikuti kenaikan berat badan dan kambuhnya komplikasi.
Penurunan berat badan karena obat dapat mengurangi kerumitan dan risiko operasi, tetapi tidak semestinya dengan sendirinya menggugurkan kelayakan pasien yang risiko klinisnya masih memerlukan intervensi, misalnya penyakit terkait obesitas yang menetap, kualitas hidup buruk, atau kemungkinan tinggi berat badan naik lagi bila obat dihentikan.
Bukti tentang operasi setelah penurunan berat badan besar karena obat masih terbatas, dan jeda optimal antara penghentian obat dan operasi perlu diteliti. Diperlukan evaluasi multidisiplin menyeluruh dan penjelasan jelas tentang ketidakpastian. Pada BMI 25 hingga 30 kg/m2, data bedah yang terbatas menuntut seleksi cermat.
Obat dan bedah digambarkan saling melengkapi, bukan bersaing. Para penulis melaporkan hubungan keuangan dengan beberapa perusahaan obat dan alat kesehatan.
Apakah pemakaian GLP-1 sebelumnya mengubah hasil?
Surat riset di JAMA Surgery (2026) meninjau 383 pasien bedah bariatrik primer di UCSF tahun 2022 hingga 2024; 92 di antaranya pernah memakai GLP-1 sebelum operasi. Pada 12 bulan, penurunan berat badan total 24% pada pengguna sebelumnya dan 25% pada bukan pengguna, sedangkan penurunan kelebihan berat badan 60% dan 62%, tanpa perbedaan bermakna. Komplikasi dan lama rawat juga serupa. Keterbatasannya: desain retrospektif satu pusat, sebagian besar semaglutida, dan lama pemakaian sebelumnya tidak diketahui.
Hasil diabetes jangka panjang dan biaya
Studi ARMMS-T2D menggabungkan 262 penyandang diabetes tipe 2 yang diacak ke bedah (166) atau terapi medis dan gaya hidup (96). Selama median 11 tahun dan hingga 14 tahun, 58% kelompok bedah mencapai remisi diabetes (HbA1c di bawah 6,5% tanpa obat penurun glukosa) dibanding 3% kelompok medis. Durasi diabetes lebih singkat, tidak memakai insulin, dan penurunan berat badan lebih besar pada tahun pertama memprediksi remisi; kekambuhan lebih mungkin pada durasi diabetes lebih lama dan lebih banyak golongan obat.
Analisis data klaim yang terbit pada 2026 di Surgery for Obesity and Related Diseases membandingkan 4931 pasangan yang dicocokkan dan menemukan total biaya dua tahun sekitar 12794 dolar AS lebih rendah setelah sleeve gastrectomy dibanding terapi GLP-1. Ada tiga catatan: studi didanai Intuitive Surgical, produsen robot bedah, dan beberapa penulis adalah karyawannya; kelompok GLP-1 hanya mencakup orang yang menebus resep terus-menerus selama dua tahun; dan datanya dari 2017 hingga 2023, sebelum perubahan harga obat terbaru.
Artinya dalam praktik
Secara keseluruhan, bukti mendukung penilaian individual alih-alih pengecualian otomatis setelah penurunan berat badan dengan GLP-1, pembicaraan jujur tentang hal yang belum diketahui, dan perencanaan jangka panjang yang dapat memadukan obat dan bedah.
Artikel ini bersifat edukasi umum bagi tenaga kesehatan dan bukan nasihat medis. Keputusan terapi diambil pasien bersama tim multidisiplin.
Sumber: - Cohen RV, Prager G, le Roux CW, Lingvay I, Salminen P. IFSO statement on metabolic bariatric surgery after pharmacotherapy-induced weight loss in clinical obesity. Lancet Diabetes Endocrinol 2025;13(9):733-736 (doi:10.1016/S2213-8587(25)00198-6) - Huynh RL et al. Preoperative GLP-1 Receptor Agonist Use and Weight Loss Outcomes After Bariatric Surgery. JAMA Surg 2026 (doi:10.1001/jamasurg.2026.3327) - Healio report on the JAMA Surgery research letter (2026-09-08) - Predictors of Type 2 Diabetes Remission and Relapse After Metabolic-Bariatric Surgery or Medical-Lifestyle Therapy in the ARMMS-T2D Study. Diabetes Care 2026 (doi:10.2337/dc26-1070) - Total healthcare costs and cost savings after bariatric surgery and GLP-1 receptor agonist treatment for obesity and diabetes vary with insurance coverage. Surg Obes Relat Dis 2026 (funded by Intuitive Surgical; doi:10.1016/j.soard.2026.09.012)00916-0/fulltext) - Synopulse analysis of the SOARD cost study, including funding and author affiliations